Jangan Anggap Sepele Gigitan Nyamuk Ini Dampaknya

Dampak Buruk dari Gigitan Nyamuk
Nyamuk adalah serangga kecil yang memiliki sayap sehingga dapat dengan mudah berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, terutama saat akan menggigit manusia. Faktanya, hanya nyamuk betina memiliki corong yang panjang dan dapat menusuk kulit untuk mengambil darah. Saat mengambil darah dari kulit, nyamuk secara bersamaan dapat meninggalkan air liurnya yang dapat menimbulkan dampak buruk.

Salah satu dampak yang paling umum terjadi akibat gigitan nyamuk adalah benjolan yang biasanya dapat hilang dengan sendirinya setelah beberapa saat. Terkadang, peristiwa juga dapat menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan kemerahan yang menyebar di beberapa area kulit. Segala dampak buruk ini umumnya terjadi pada anak-anak yang terkadang disebut juga dengan sindrom skeeter.

Nyamuk betina menandai targetnya menggunakan kombinasi aroma, karbon dioksida yang dihembuskan, dan bahan kimia dalam keringat orang tersebut. Segala dampak buruk yang dapat terjadi akibat gigitan tersebut dapat menjadi lebih parah tergantung dari reaksi sistem kekebalan tubuh seseorang terhadap protein dari air liur nyamuk tersebut. Maka dari itu, pencegahan penting untuk dilakukan.

Lalu, bagaimana cara pengobatan gigitan nyamuk yang paling tepat?

Cara awal yang paling mudah untuk dilakukan adalah mencuci area kulit yang tergigit dengan sabun dan air hangat. Selain itu, penggunaan obat pereda nyeri yang dijual bebas, antihistamin atau obat anti gatal lainnya yang berguna mengontrol rasa sakit dan gatal. Penggunaan kompres es ke kulit juga dipercaya efektif meredakan rasa gatal. Jika anak ibu mengalami gatal akibat gigitan nyamuk, pastikan kukunya pendek atau tidak menggaruknya.

Cara Mencegah Gigitan Nyamuk
Seperti alergi lainnya, dampak buruk yang dapat terjadi akibat gigitan serangga ini perlu dicegah sebelum mengalaminya. Faktanya, nyamuk membutuhkan genangan air untuk berkembang biak. Maka dari itu, pastikan untuk menghindari adanya genangan air di rumah agar hewan ini tidak dapat berkembang biak. Nyamuk lebih aktif saat senja, sehingga ada baiknya menggunakan baju dan celana yang panjang.

Beberapa genangan air yang perlu dihilangkan di sekitar rumah, antara lain:

Membuka talang air hujan.
Membersihkan segala tempat yang berpotensi menimbulkan genangan air.
Pastikan untuk rutin membersihkan tanaman liar yang ada di sekitar rumah.
Tutup tempat sampah di area luar rumah.
Cara lain untuk mencegah gigitan nyamuk, yaitu:

Menggunakan pakaian dengan warna yang terang, seperti kemeja lengan panjang, celana panjang, dan kaus kaki.
Memperbaiki atau menutup lubang di jendela dan di atas pintu.
Meletakkan lilin beraroma serai di area outdoor sekitar rumah.

Penyakit karena Gigitan Nyamuk
Ketika digigit nyamuk, kamu pasti akan merasakan gatal. Selain itu, akan muncul benjolan kemerahan pada permukaan kulit, biasanya ini akan mereda dengan sendirinya setelah kamu menggunakan minyak atau losion antinyamuk.

Namun, gigitan nyamuk tertentu bisa membawa efek negatif pada tubuh. Berikut beberapa penyakit karena gigitan nyamuk yang perlu diketahui:

Demam Berdarah
Demam berdarah atau dikenal pula dengan Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi karena infeksi virus Dengue. Virus ini memasuki tubuh melalui nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Saat terpapar virus ini, biasanya akan muncul gejala berikut:

Tubuh mengalami demam tinggi.
Sakit kepala hebat.
Nyeri yang terasa pada bagian belakang mata.
Tubuh lelah.
Mual dan muntah.
Muncul ruam kulit berupa bintik merah.
Nyeri pada otot dan sendi yang bisa dibilang cukup parah.
DBD menjadi penyakit karena gigitan nyamuk yang tidak boleh dianggap remeh. Segera lakukan pengobatan ke rumah sakit jika muncul gejalanya.

Malaria
Selanjutnya, ada malaria yang terjadi karena parasit Plasmodium yang dibawa oleh nyamuk Anopheles. Ketika infeksi terjadi, gejala yang muncul bisa berupa:

Tubuh demam dan menggigil.
Muncul keringat dingin.
Sakit kepala.
Bahkan, beberapa kasus malaria ditemukan gejala masalah pernapasan dan anemia berat. Umumnya, gejala akan muncul antara 10 sampai 15 hari setelah digigit nyamuk. Sama halnya dengan DBD, masalah kesehatan ini harus segera ditangani agar tidak terjadi komplikasi.

Demam Chikungunya
Selain virus Dengue, nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus juga dapat membawa virus Chikungunya yang menjadi penyebab terjadinya demam chikungunya.

Gangguan kesehatan ini muncul dengan gejala berupa demam dan nyeri pada sendi yang terjadi secara mendadak. Bahkan, penyakit ini juga dapat membuat pengidapnya mengalami kesulitan bergerak. Umumnya, gejala akan bertahan hingga sekitar seminggu. Akan tetapi, beberapa kasus menyebutkan gejala bisa terjadi hingga berbulan-bulan.

Virus Zika
Nyamuk Aedes aegypti juga membawa parasit penyebab virus zika. Penyakit karena gigitan nyamuk ini ditandai dengan gejala berikut:

Tubuh demam tinggi.
Mengalami sakit kepala.
Muncul ruam pada kulit.
Terasa gatal pada seluruh bagian tubuh.
Nyeri pada bagian belakang mata.
Nyeri pada otot dan sendi.
Mata merah atau konjungtivitis.
Pembengkakan yang terjadi pada persendian bagian kaki atau tangan.
Hati-hati, apabila virus zika menginfeksi ibu hamil, bukan tidak mungkin akan terjadi cacat janin atau kelainan kongenital.

Kaki Gajah
Kaki gajah sebenarnya terjadi karena infeksi parasit cacing. Akan tetapi, penularannya bisa terjadi melalui gigitan nyamuk. Masalah kesehatan ini berkembang dalam waktu lama atau kronis.

Artinya, apabila tidak dilakukan penanganan dengan segera dan tepat, pengidapnya bisa berisiko mengalami disabilitas. Komplikasi yang mungkin terjadi berupa pembengkakan pada kaki, lengan, hingga organ intim.

Penularan terjadi saat seseorang terkena gigitan nyamuk yang membawa larva stadium III atau L3. Nyamuk ini membawa serta mikrofilaria atau cacing yang berukuran kecil, setelah sebelumnya mengisap darah dari hewan reservoir, atau seseorang yang mengandung parasit tersebut.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *